KUMPULAN KTI KEBIDANAN DAN KTI KEPERAWATAN

Bagi mahasiswi kebidanan dan keperawatan yang membutuhkan contoh KTI Kebidanan dan keperawatan sebagai rujukan dalam penyusunan Karya Tulis Ilmiah bisa mendapatkannya di blog ini mulai dari BAB I, II, III, IV, V, Daftar Pustaka, Kuesioner, Abstrak dan Lampiran. Tersedia lebih 800 contoh kti kebidanan dan keperawatan. : DAFTAR KTI KEBIDANAN dan KTI KEPERAWATAN

KTI GAMBARAN PERAN SUAMI DALAM PROSES PERSALINAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS XXXXXXX

Senin, 16 Mei 2011

BAB I

  PENDAHULUAN

 

1.1 Latar Belakang

Partus normal atau spontan adalah bila bayi lahir dengan presentasi belakang kepala tanpa memakai alat-alat atau pertolongan istimewa serta tidak melukai ibu dan bayi, dan umumnya berlangsung dalam waktu kurang dari 24 jam. Inpartu adalah seorang wanita yang sedang dalam keadaan persalinan. ( Sarwono, 2002 : 180 )
Tiga faktor penting yang memegang peranan pada persalinan, ialah 1) kekuatan-kekuatan yang ada pada ibu seperti kekuatan his dan kekuatan mengedan ; 2) keadaan jalan lahir ; dan 3) janinnya sendiri. ( Sarwono,2002 : 186 ) Kemajuan persalinan dapat difasilitasi apabila wanita merasa aman, dihormati, dan dirawat oleh seorang ahli yang bertanggung jawab terhadap keamanannya, dan ketika nyerinya ditangani secara adekuat dan aman. Pasangannya atau orang yang dicintainya dan pemberi perawatan persalinan berperan penting atas perasaan tersebut.
( Simkin, P dan Ancheta, R, 2005 : 13 )
Temuan baru membuktikan bahwa kehamilan dan persalinan tidak hanya peristiwa medikal tetapi mental dan sosial yang kurang diperhatikan bidang kesehatan maternal dan neonatal. Hal ini juga tidak sesuai dengan definisi sehat yang seharusnya juga meliputi sehat mental dan sehat sosial. Saat ini persalinan dianggap terbaik bila dilakukan di rumah sakit dengan peralatan
lengkap  sehingga  bila  terjadi  sesuatu  dapat  dilakukan  pertolongan  secara cepat. Namun ada yang hilang dari pelayanan di rumah sakit, yaitu pandangan bahwa persalinan adalah peristiwa medikal saja kurang sentuhan mental dan sosial yang seharusnya dapat dikurangi dengan memperbolehkan suami masuk mendampingi istrinya disaat melahirkan buah hatinya. Pendampingan oleh suami ternyata dapat mengurangi nyeri persalinan, mengurangi lamanya persalinan, dan  mengurangi    distosia   dan  frekuensi   persalinan  sesar. ( Hermanto, 2007 )
Kematian ibu melahirkan cukup tinggi di Indonesia. Angka kematian ibu di Kediri masih cukup tinggi yaitu 122 orang per 100.000 kelahiran hidup.. (  Mubarok,  2007  )  Umumnya  disebabkan  oleh  kelalaian  suami  dalam memberikan motivasi dan bimbingan pada ibu. Menurut Gaynor, motivasi dan bimbingan dari para suami kepada istri merupakan faktor yang paling menentukan untuk mengurangi kematian melahirkan. ( Khoerul, 2000 )
Menurut WHO, standar rata-rata operasi caesar di sebuah negara adalah sekitar 5-15%. Menurut Prof.dr.Gulardi Winkyosastro,Sp.OG, Guru Besar di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Jakarta, mengatakan bahwa di Indonesia sendiri, persentase operasi caesar sekitar 5%. Di rumah sakit pemerintah rata-rata 11%, sementara di rumah sakit swasta bisa lebih dari
30%. Pada tahun 2006 diperoleh data bahwa dari seluruh persalinan di RSU,RSIA,RB  Indonesia  (  451.779  )  terdapat  59,9%  dengan  persalinan normal dan 40,1% persalinan dengan komplikasi serta terdapat 31,6% persalinan dengan tindakan sectio caesaria. Insiden persalinan sectio caesaria yang terbanyak disebabkan oleh partus yang tidak maju.Indikasi lainnya yaitu plasenta previa dan CPD. Partus yang tidak maju sendiri disebabkan oleh beberapa  faktor  yang  salah  satunya  adalah  kecemasan  dan  ketakutan. Sehingga, intervensi yang dapat diberikan yaitu memberikan support emosi dan fisik, melibatkan keluarga ( suami ) untuk selalu mendampingi selama proses persalinan berlangsung. ( Nuchsan, 2007 )
Berdasakan       penelitian        yang       dilakukan       oleh      Heny       Astutik dkk, RB Kodya Malang, 2003 menyebutkan bahwa pada proses persalinan yang tidak dihadiri suami terjadi peningkatan rata-rata frekuensi denyut nadi sekitar 3,64 kali permenit dan peningkatan pernafasan ibu sekitar 3,76 kali permenit jika dibandingkan dengan proses persalinan yang dihadiri suami. Hal ini  membuktikan  bahwa  peningkatan  tersebut  terjadi  karena  tidak  adanya suami selama proses persalinan, yang dalam hal ini berkaitan dengan tingkat kecemasan ibu. (Endang, 2003 : 50 )
Berdasarkan Penelitian yang dilakukan oleh Suwarni, klinik dr.Ivan Sanusi,Sp.OG ( Surakarta ), 2005 dapat disimpulkan bahwa variabel dukungan suami dengan variabel kestabilan emosi dalam menghadapi proses persalinan memiliki korelasi yang positif dan sangat signifikan. Artinya dukungan suami dapat   mempengaruhi   serta   berperan   dalam   variabel   kestabilan   emosi. ( Suwarni, 2006 )
Berdasarkan Penelitian yang dilakukan oleh Anwar dkk, Kota Kupang dan Kabupaten Belu ( NTT ), 1998 dengan unit analisis sejumlah 240 rumah tangga        diketahui       bahwa  pengambilan     keputusan  dalam menentukan pertolongan persalinan secara keseluruhan masing-masing adalah 36,4% isteri, 30,7% suami, 16,9% orang tua/mertua, 16,9% diputuskan bersama dan 0,9% orang lain. Dari 36,4% didapatkan pendidikan istri atau suami sebagian besar adalah SD ke bawah. Dan dari 30,7% didapatkan pendidikan istri atau suami sebagian besar adalah SLTP ke atas. ( Anwar, 1998 )
Dari Studi Pendahuluan yang dilakukan dengan teknik observasi pada tanggal 10 Maret 2008 – 29 Maret 2008 di desa Toyoresmi Kecamatan Gampengrejo Kabupaten Kediri didapatkan data bahwa dari 10 persalinan, 5 orang suami mengantar istri saat mencari pertolongan persalinan dan 5 sisanya diantar  oleh  anggota  keluarga  yang  lain.  Sedangkan  di  wilayah  kerja Puskesmas Pagu Kecamatan Pagu Kabupaten Kediri didapatkan data bahwa selama bulan april ini terdapat 45 persalinan, dan dari persalinan tersebut hampir 75% mengantar istri saat mencari pertolongan persalinan dan 25% sisanya diantar oleh anggota keluarga yang lain.
Dengan adanya fenomena seperti yang tergambar pada latar belakang, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tentang gambaran peran suami dalam proses persalinan.


Kunjungi : Download KTI Kebidanan dan Keperawatan No 170

0 comments:

Poskan Komentar