KUMPULAN KTI KEBIDANAN DAN KTI KEPERAWATAN

Bagi mahasiswi kebidanan dan keperawatan yang membutuhkan contoh KTI Kebidanan dan keperawatan sebagai rujukan dalam penyusunan Karya Tulis Ilmiah bisa mendapatkannya di blog ini mulai dari BAB I, II, III, IV, V, Daftar Pustaka, Kuesioner, Abstrak dan Lampiran. Tersedia lebih 800 contoh kti kebidanan dan keperawatan. : DAFTAR KTI KEBIDANAN dan KTI KEPERAWATAN

KTI HUBUNGAN ANTARA INDUKSI PERSALINAN (OKSITOSIN DRIP) DENGAN KEJADIAN ROBEKAN JALAN LAHIR SPONTAN PADA PERTOLONGAN PERSALINAN NORMAL DI RSUD XXXXXX

Senin, 16 Mei 2011

BAB I

  PENDAHULUAN


 
1.1 Latar Belakang

Persalinan dan kelahiran merupakan kejadian fisiologi yang normal. Kelahiran seseorang bayi juga merupakan peristiwa sosial yang ibu dan keluarga menantikannya selama 9 bulan. Persalinan adalah proses membuka dan menipisnya serviks, dan janin turun ke dalam jalan lahir. Kelahiran adalah proses dimana janin dan ketuban didorong ke luar melalui jalan lahir (Abdul Bari, 2002: 100).
His  mulai  dirasakan  dalam  waktu  2  minggu  (sebelum  atau  sesudah) tanggal perkiraan persalinan, persalinan berlangsung selama tidak lebih dari 12-14   jam   (pada   kehamilan   pertama)   dan   pada   kehamilan   berikutnya cenderung lebih singkat (6-8 jam). Jika setelah lewat 24 jam persalinan belum dimulai dan keadaan bayinya baik, dapat dilakukan induksi persalinan untuk mengurangi  resiko  infeksi  akibat  masuknya  bakteri  dari  vagina  ke  dalam rahim (Syahrul Rauf, 2006).
Induksi persalinan (induction of labor) ialah suatu tindakan atau langkah yang dilakukan untuk memulai suatu persalinan, baik secara mekanik ataupun secara   kimiawi   (farmakologik).   Di   Birmingham   hospital   university   of Alabama dari tahun 1996-1999 lebih dari 17.000 persalinan 20% wanita diberi oksitosin untuk induksi persalinan dan 35% untuk augmentasi (Cuningham, 2002: 516). Di Indonesia 16,17% persalinan dalam waktu 24 jam tidak ada tanda-tanda persalinan setelah ketuban pecah dilakukan induksi persalinan. Induksi persalinan  yang    diawali  dengan   pematangan serviks, akan memberikan   hasil    yang     jauh lebih    baik dibandingkan  dengan   tanpa pematangan serviks (Dr. Chrisdiono, 2004: 15).
Induksi persalinan dilakukan karena kehamilan yang memasuki tanggal perkiraan lahir bahkan lebih dari sembilan bulan dimana kehamilan yang melebihi waktu 42 minggu belum juga terjadi persalinan. Induksi juga dilakukan alasan kesehatan ibu misalnya ibu terkena infeksi, diabetes mellitus, hipertensi (Yulianti, 2005). Induksi diindikasikan apabila manfaat bagi ibu atau janin melebihi manfaat bagi ibu atau janin melebihi manfaat apabila persalinan dibiarkan berlanjut. American College of Obstetricians and Gynecologist (1999), tidak menganjurkan konsep induksi elektif demi kenyamanan dokter atau pasien karena kesadaran bahwa induksi persalinan menimbulkan peningkatan penyulit dibandingkan dengan persalinan spontan (F, Gary Cuningham, 2006: 516).
Kontraksi akibat induksi terasa lebih sakit karena mulainya sangat mendadak pada augmentasi persalinan diberikan oksitosin sehingga kontraksi rahim bisa secara efektif mendorong janin melewati jalan lahir (Syahrul Rauf, 2006). Tetesan oksitosin dan palpasi fundus harus selalu dipantau untuk mengakibatkan persalinan cepat sehingga penigkatan resiko trauma servikal dan robekan jaringan lunak sering terjadi. Stimulasi berlebihan menyebabkan hipoksia janin, ruptur uterus dan pelepasan plasenta prematur, bila kontraksi berakhir  lebih  dari  60  detik  atau  masing-masing  terjadi  lebih  2-3  menit oksitosin harus dihentikan (Marilynn F. Doenges, 2001:  201).
Dari hasil studi pendahuluan yang dilakukan di Ruang Bersalin RSUD Gambiran Kota Kediri pada tanggal 1 Maret - 23 Maret 2008 didapatkan ibu bersalin dengan induksi sebanyak 20, kemudian terdapat 11 dengan robekan perineum spontan, 1 robekan serviks spontan dan 8 tidak terdapat robekan. Oleh karena permasalahan tersebut peneliti berminat untuk meneliti apakah ada hubungan antara induksi persalinan (oksitosin drip) dengan kejadian robekan jalan lahir spontan  pada pertolongan persalinan normal di RSUD Gambiran Kota Kediri.


Kunjungi : Download KTI Kebidanan dan Keperawatan No 157

0 comments:

Poskan Komentar