KUMPULAN KTI KEBIDANAN DAN KTI KEPERAWATAN

Bagi mahasiswi kebidanan dan keperawatan yang membutuhkan contoh KTI Kebidanan dan keperawatan sebagai rujukan dalam penyusunan Karya Tulis Ilmiah bisa mendapatkannya di blog ini mulai dari BAB I, II, III, IV, V, Daftar Pustaka, Kuesioner, Abstrak dan Lampiran. Tersedia lebih 800 contoh kti kebidanan dan keperawatan. : DAFTAR KTI KEBIDANAN dan KTI KEPERAWATAN

KTI GAMBARAN PENGETAHUAN WANITA PEKERJA SEKS KOMERSIAL TENTANG PEMERIKSAAN PAP SMEAR DI EKS LOKALISASI KELURAHAN XXXXXXX

Sabtu, 14 Mei 2011

BAB I



PENDAHULUAN




1.1    Latar Belakang

Jumlah terbesar wanita yang diperdagangkan di seluruh dunia berasal dari Asia. Perkiraannya berkisar dari 250.000 400.000 (30 %) dari angka perkiraan         global.                     (http://www.Unicef.org/Indonesia/id/factsheet-CSEC Trafficking-indonesia-bahasa-indonesia.pdf:2008).
Menurut Departemen Kesehatan RI, sebanyak 129.000 perempuan Indonesia merupakan pekerja seks komersial dibawah umur 18 tahun. Sementara data Badan Pusat Statistik menyebutkan 34,2 % perempuan Indonesia kawin muda dibawah 18 tahun. Berdasarkan kenyataan ini, kementrian urusan peranan wanita T.B Rachmat Santika menyimpulkan kawin muda yang banyak terjadi di Jawa Timur merupakan pemicu meningkatnya perdagangan perempuan (http://iwansains.wordpress.com:2007)
Perempuan  diperdagangkan  sebagai  pekerja  seks  komersial.  Dilihat dari aktifitasnya dan sering berganti pasangan berisiko tinggi tertularnya penyakit hubungan seksual yang dapat merangsang servik mengalami perubahan dan mengundang kanker dan dapat memicu timbulnya kanker servik. Kanker servik dapat ditanggulangi sejak dini jika ada deteksi awal, namun sayangnya masyarakat banyak yang tidak menyadari dan enggan untuk memeriksakan organ–organ yang rentan terkena kanker dan ini mengakibatkan peningkatan kejadian kanker servik. (http://www.indomedia.com/bpost/022004/1/b-bungas/bungas5.htm:2004). Suatu penelitian yang dilakukan oleh ahli psikologi Alison Bish menemukan bahwa diantara para wanita yang menyadari bahwa tes tersebut menyelamatkan jiwa tetapi para wanita tersebut masih enggan untuk melakukan pemeriksaan pap smear (Evennett, Karen. 2003 : 11). Beberapa wanita yang khawatir mengenai kejadian kanker dengan sukarela serviks mau mengikuti pemeriksaan pap smear. (Evennett, Karen, 2003 : 8).
Kanker mempunyai insiden yang tertinggi di negara berkembang dan di Indonesia khususnya. Frekuensi relatif di Indonesia adalah 27% berdasarkan data patologik atau 16 % berdasarkan data rumah sakit. Lebih dari tiga perempat kanker ginekologik di RSCM adalah kanker serviks dan
62% diantaranya dengan stadium lanjut (stad II-III ) dan ia merupakan penyebab kematian kanker ginekologik yaitu 66% (FKUI, 2000 : 97).
Sedangkan  Insiden  kanker  servik  di  Kota  Kediri  juga  menempati urutan tertinggi dari semua jenis kanker. Dari berbagai laporan rumah sakit di Kediri          tahun 2004 ditemukan 165 penderita kanker servik sedangkan tahun 2005 naik 170 penderita kanker servik (Laporan Dinkes dan PKTP Kota Kediri, 2006).
Gambaran     yang    paling     akhir     yang    ada    untuk     kanker    servik memperlihatkan bahwa sebanyak 4467 kasus. Sekitar 1800 kasus berakhir fatal. Dari keseluruhannya 85% dari wanita yang menderita kanker servik tidak pernah melakukan pap smear (Evennett, Karen, 2003 : 7).
 
Pap smear sering kali belum mendapat prioritas dalam hidup kita, padahal  departemen  kesehatan  RI  menganjurkan  bahwa  semua  wanita berusia 20-60 tahun harus melakukan pap smear paling tidak setiap lima tahun (Evennett, Karen, 2003: 3-4).
Akan tetapi masih banyak wanita yang kurang memperhatian tentang kesehatan  diri,  salah  satu  faktor  penyebab  mengapa  wanita  tidak  mau melakukan pemeriksaan pap smear adalah Rasa takut dan malu begitu tebal dalam diri  mereka  sehingga  sanggup  mengabaikan  risiko  yang  mungkin akan dihadapi. (http://www.sabah.org.my/bm/nasihat/wanita/papsmear .htm) Dari studi pendahuluan pada tanggal 03 Maret 2008, dari wawancara
yang dilakukan dengan ketua RW yang mengelo Lokalisasi pada tahun 2007 didapatkan hanya 3 orang dari 220 wanita pekerja seks komersial yang melakukan pemeriksaan pap smear. Pada saat ini jumlah Pekerja Seks Komersial di eks Lokalisasi Kelurahan Semampir Kota Kediri sebanyak 200 orang. Berdasarkan wawancara yang dilakukan pada tanggal 4 april 2008 dengan 14 wanita pekerja seks komersial yang melakukan pemeriksaan di klinik “Seroja” ternyata belum ada yang melakukan pemeriksaan pap smear, padahal sudah di beri penjelasan oleh petugas kesehatan di klinik tersebut tentang pentingnya pemeriksaan pap smear.
Dari uraian diatas penulis tertarik untuk mengetahui bagaimana gambaran pengetahuan wanita pekerja seks komersial tentang pemeriksaan Pap Smear di eks Lokalisasi Kelurahan Semampir Kota Kediri.


Kunjungi : Download KTI Kebidanan dan Keperawatan No 128

0 comments:

Poskan Komentar