KUMPULAN KTI KEBIDANAN DAN KTI KEPERAWATAN

Bagi mahasiswi kebidanan dan keperawatan yang membutuhkan contoh KTI Kebidanan dan keperawatan sebagai rujukan dalam penyusunan Karya Tulis Ilmiah bisa mendapatkannya di blog ini mulai dari BAB I, II, III, IV, V, Daftar Pustaka, Kuesioner, Abstrak dan Lampiran. Tersedia lebih 800 contoh kti kebidanan dan keperawatan. : DAFTAR KTI KEBIDANAN dan KTI KEPERAWATAN

KTI HUBUNGAN PERTAMBAHAN BERAT BADAN DENGAN MINAT AKSEPTOR KONTRASEPSI SUNTIK 3 BULANAN UNTUK MELANJUTKAN KONTRASEPSI SUNTIK 3 BULANAN DI DESA XXXXXX

Senin, 16 Mei 2011

BAB I

 PENDAHULUAN

 

1.1 Latar Belakang

Saat ini hampir 60% pasangan usia reproduktif di seluruh dunia menggunakan kontrasepsi sebagai pilihan untuk mencegah kehamilan. Dan kontrasepsi hormon merupakan kelompok kontrasepsi yang pemakaiannya berada pada urutan ketiga di seluruh dunia (Glasier, A. 2006).
Salah satu jenis kontrasepsi hormonal adalah kontrasepsi suntikkan. Terdapat dua jenis kontrasepsi suntikan yang digunakan, pertama adalah depot medroxyprogesteron acetate atau disingkat DMPA, dan dipasarkan dengan nama depo provera. Cara pemberiannya sangat sederhana yaitu dengan cara diinjeksikan ke dalam urat daging (intramuscular), dan disuntikan tiap 3 bulan sekali. KB ini akan efektif 100% jika diberikan secara benar. Jenis yang kedua adalah norethisterone oenanthate (NETEN), injeksi dilakukan tiap dua bulan sekali namun sediaan ini sudah tidak tersedia lagi. (Notohardjo, R. 2002)
Depo provera merupakan     kontrasepsi yang paling popular dan banyak peminatnya oleh karena aman, sederhana, efektif, tidak banyak menimbulkan gangguan dan privasi (tidak satupun orang kecuali pengguna tahu mengenai suntikan ini) meskipun terjadi perubahan perdarahan dan efek samping lain. (Speroff, L. 2005). Kenaikan berat badan merupakan salah satu efek samping yang sering dikeluhkan oleh para akseptor (Siswosudarmo, HR. 2001). Pertambahan berat badan yang terjadi sebesar 1-2 kg, kemudian menjadi stabil setelah pemakaian dilanjutkan tapi pada beberapa wanita terus mengalami pertambahan berat badan moderat selama mereka memakai metode tersebut (Glasier, A. 2006). Terjadinya kenaikan berat badan kemungkinan disebabkan karena  hormon progesteron  dalam kontrasepsi suntik   mempermudah perubahan karbohidrat dan gula menjadi lemak, sehingga lemak dibawah kulit bertambah, selain itu juga menyebabkan nafsu makan bertambah dan menurunkan aktifitas fisik (Depkes RI. 2002). Hasil penelitian Setyami, N (2006) sebanyak   36 orang (96,44%) akseptor kontrasepsi suntik 3 bulanan mengalami beberapa jenis efek samping dan 29 orang (80,56%) diantaranya mangalami pertambahan  berat badan.
Menurut hasil Susenas BKKBN tahun 2002 presentase PUS yang pernah menggunakan alat/ cara KB sebanyak 68,93 %, sedangkan presentase PUS yang sedang menggunakan alat/ cara KB (peserta KB aktif) sebesar 54,19 % dan hampir separuh dari jumlah tersebut yaitu 49,09 % menggunakan KB suntikan. Sedangkan menurut Susenas 2006 Jawa Timur, jumlah peserta KB suntik adalah 59,53 %, sementara untuk Kediri prosentasenya 56,56% dari semua jenis kontrasepsi yang digunakan. Dan prosentase ini terus meningkat dari tahun-tahun sebelumnya.
Dalam suatu penelitian internasional besar, alasan medis yang paling lazim untuk penghentian Depo Provera pada dua tahun pertama penggunaan adalah karena adanya peningkatan       berat badan yaitu sebesar 2,1 % dari seluruh alasan      penghentian   (Glassier, A. 2006).           Sementara  itu   angka ketidaklangsungan kontrasepsi suntik di Indonesia tercatat 29,1%, dan 15% dari jumlah tersebut dikarenakan adanya pertambahan berat badan (Tulader, J.1998), dan untuk Jawa Timur sebesar 24,3% (BPS Jawa Timur.2006). Berdasarkan data yang diperoleh selama praktek di Toyoresmi tgl 10-29 Maret    2008, jumlah peserta kontrasepsi suntik adalah 284 orang dan 231 orang diantaranya memakai kontrasepsi suntik 3 bulanan. Dari 25 orang akseptor yang ditanya, 21 orang mengalami perubahan berat badan sejak pertama kali menggunakan kontrasepsi suntik 3 bulanan .
Dengan latar belakang itulah penulis ingin mengetahui apakah ada hubungan antara pertambahan berat badan dengan minat akseptor kontrasepsi suntik untuk melanjutkan kontrasepsi suntik 3 bulanan di Desa Toyoresmi, Kecamatan Gampengrejo, Kabupaten Kediri.


Kunjungi : Download KTI Kebidanan dan Keperawatan No 179

1 comments:

Annisa Suryaningsih mengatakan...

assalamu'alaikim
boleh di copy?

Poskan Komentar