KUMPULAN KTI KEBIDANAN DAN KTI KEPERAWATAN

Bagi mahasiswi kebidanan dan keperawatan yang membutuhkan contoh KTI Kebidanan dan keperawatan sebagai rujukan dalam penyusunan Karya Tulis Ilmiah bisa mendapatkannya di blog ini mulai dari BAB I, II, III, IV, V, Daftar Pustaka, Kuesioner, Abstrak dan Lampiran. Tersedia lebih 800 contoh kti kebidanan dan keperawatan. : DAFTAR KTI KEBIDANAN dan KTI KEPERAWATAN

KTI GAMBARAN PENGETAHUAN IBU POST PARTUM TENTANG SENAM NIFAS DI RS XXXXXXX

Senin, 16 Mei 2011

BAB I
  
PENDAHULUAN


 1.1    Latar Belakang

Masa nifas (puerperium) adalah masa pulih kembali, mulai dari persalinan  selesai  sampai  alat-alat  kandungan  kembali  seperti  pra-hamil, masa nifas ini yaitu 6-8 minggu (Rustam, 1998). Dalam masa nifas alat-alat genetalia interna maupun eksterna akan berangsur-angsur pulih kembali seperti kadaan sebelum hamil. Perubahan-perubahan alat genetalia ini dalam keseluruhannya disebut involusi (Sarwono, 2002)
Pada saat hamil, beberapa otot mengalami penguluran, terutama otot rahim dan perut (Mellyana, 2003). Dinding perut menjadi lembek dan lemas disertai  adanya  garis-garis  putih  dan  hitam  (strie  gravidarum)  yang  dari sudut keindahan tubuh akan terasa sangat mengganggu. (Rustam, 1998). Setelah melahirkan, rahim tidak secara cepat kembali seperti semula tetapi melewati proses. Oleh karena itu, untuk mengembalikan ke kondisi semula diperlukan suatu senam yang dikenal dengan senam nifas. Senam nifas memberikan latihan gerak secepat mungkin agar otot-otot yang mengalami penguluran  selama  kehamilan  dan  persalinan  kembali  normal,  seperti sebelum hamil sehingga terhindar dari segala perasaan yang kurang nyaman (Mellyana, 2003)
Manfaat    senam    nifas     untuk     mengencangkan      otot    perut,    liang senggama, otot-otot sekitar vagina maupun otot-otot dasar panggul, selain memperlancar sirkulasi darah. Dengan melakukan senam nifas, kondisi umum ibu jadi lebih baik, rehabilitasi atau pemulihan jadi bisa lebih cepat. Selain menumbuhkan/ memperbaiki nafsu makan, hingga asupan makannya bisa mencukupi kebutuhannya. Paling tidak, dengan melakukan senam nifas, ibu tak terlihat lesu ataupun emosional. Senam nifas sebaiknya dilakukan dalam waktu 24 jam setelah melahirkan, lalu secara teratur setiap hari. (Dedeh, 2006)
Umumnya   para   ibu   pasca   melahirkan   takut   melakukan   banyak gerakan, sang ibu khawatir gerakan-gerakan yang akan dilakukannya akan menimbulkan dampak yang tidak di inginkan. Padahal, apabila ibu bersalin melakukan ambulasi dini, itu bisa memperlancar terjadinya proses involusi uterus  (kembali  rahim  ke  bentuk  semula).  (Salamah,  2003). Menurut Hasnah umumnya wanita yang habis melahirkan kerap mengeluhkan bentuknya yang melar, belum lagi kondisi tubuhnya yang kurang prima lantaran letih dan tegang. Sementara peredaran darah dan pernapasan belum kembali normal, hingga untuk membantu  mengembalikan tubuh ke bentuk dan  kondisi  semula  harus  melakukan  senam  nifas  yang  teratur.  (Dedeh, 2006)

Dari data observasi pada tanggal 2-27 Januari 2008, di RSUD Kertosono ruang nifas terdapat 18 ibu post partum dengan persalinan normal dan 12 pasien post SC. Dari 30 ibu nifas tersebut, yang mengetahui tentang senam nifas hanya   5 orang, bahkan ada 1 ibu post SC yang tidak turun dari tempat tidur + 5 hari, karena ibu takut untuk bergerak.
Data PKL tanggal 21 Februari 2008 di Desa Banjarejo Kecamatan Ngadiluwih  Kabupaten  Kediri,  ada  3  ibu  nifas  yang  tidak  mengetahui tentang senam nifas, bahkan ada 1 ibu nifas yang oleh orang tuanya dilarang untuk bergerak, dan disuruh untuk memakai stagen agar perutnya mengecil, sehingga kaki ibu tersebut agak bengkak. Dari penelitian Susanti P. (2001) terhadap ibu nifas di RSU USD Gambiran, ibu yang memiliki tingkat pengetahuan tentang senam nifas tinggi ada 7 responden (70%). Dimana pengetahuan atau kognitif merupakan domain yang sangat penting untuk terbentuknya tindakan seseorang
Studi pendahuluan yang dilakukan di ruang nifas RS Muhammadiyah Kota Kediri pada tanggal  5 April 2008, di dapatkan 7 ibu nifas. Dari 7 orang ibu nifas yang mengetahui  tentang senam nifas hanya 2 orang.
Berdasarkan uraian diatas peneliti tertarik untuk mengetahui gambaran pengetahuan ibu post partum tentang senam nifas di Ruang nifas RS Muhammadiyah Kota Kediri.


Kunjungi : Download KTI Kebidanan dan Keperawatan No 167

0 comments:

Poskan Komentar