KUMPULAN KTI KEBIDANAN DAN KTI KEPERAWATAN

Bagi mahasiswi kebidanan dan keperawatan yang membutuhkan contoh KTI Kebidanan dan keperawatan sebagai rujukan dalam penyusunan Karya Tulis Ilmiah bisa mendapatkannya di blog ini mulai dari BAB I, II, III, IV, V, Daftar Pustaka, Kuesioner, Abstrak dan Lampiran. Tersedia lebih 800 contoh kti kebidanan dan keperawatan. : DAFTAR KTI KEBIDANAN dan KTI KEPERAWATAN

KTI KARAKTERISTIK IBU HAMIL DENGAN PRE EKLAMPSIA - EKLAMPSIA DI RSUD XXXXXXXX

Sabtu, 14 Mei 2011

BAB I



PENDAHULUAN




1.1    Latar Belakang

Pada    umumnya      kehamilan      berkembang     dengan normal dan menghasilkan kelahiran bayi cukup bulan melalui jalan lahir namun kadang- kadang    tidak    sesuai  dengan         apa     yang   diharapkan.               Sulit     diketahui sebelumnya bahwa kehamilan akan menjadi masalah. Setiap wanita hamil bisa saja menghadapi resiko komplikasi yang bisa mengancam jiwanya. (Sarwono, P, 2002: 89).

Frekuensi terjadinya pre eklampsia di Indonesia dilaporkan sekitar 3–10%, dimana frekuensi untuk tiap negara berbeda-beda, karena banyaknya faktor yang mempengaruhinya; primigravida, keadaan sosial ekonomi dan perbedaan dalam menentukan kriteria dalam penentuan diagnosis. Pada primigravida frekuensi pre eklampsia lebih tinggi bila dibandingkan dengan multigravida, terutama primigravida muda (Sarwono, P, 2002: 287). Profil penyakit ini bervariasi di seluruh Indonesia, yang kemungkinan dipengaruhi oleh berbagai faktor berbeda disetiap daerah. Pre eklampsia lebih banyak terjadi  pada  tingkat  pendidikan  ibu  yang  masih  rendah,  usia  ibu  yang ekstrim (< 20 tahun dan > 35 tahun) dan pada usia kehamilan trimester III (Rambulangi,  J,  2003).  Pada  tahun  1998-2006  dilaporkan  frekuensi  pre eklampsia dan eklampsia di 12 RS Pendidikan di Indonesia sekitar 3,4–8,5%,  dimana  5,3%  menyebabkan  kematian  perinatal  10,83  per  1.000 (Ridwanamiruddin, 2007).
Pre eklampsia - eklampsia setidaknya berkaitan dengan perubahan fisiologis kehamilan. Adaptasi fisiologi normal pada kehamilan meliputi peningkatan   volum plasm darah,   vasodilatasi,   penurunan   resistensi vaskuler  sistemik,  peningkatan  curah  jantung  dan  penurunan  tekanan osmotik koloid. Pada pre eklampsia, volume plasma yang beredar menurun sehingga terjadi hemokonsentrasi dan peningkatan hematokrit maternal. Perubahan ini membuat perfusi organ maternal menurun, termasuk perfusi ke unit janin-uteroplasenta (Bobak, 2004: 630-631).
Perlu diketahui bahwa sindrom pre eklampsia eklampsia dengan hipertensi, edema dan proteinurin sering tidak diketahui atau tidak diperhatikan oleh wanita yang bersangkutan sehingga tanpa disadari dalam waktu yang singkat dapat timbul pre eklampsia bahkan eklampsia. Dengan pengetahuan ini, menjadi jelas bahwa pemeriksaan antenatalcare, yang teratur dan rutin untuk mencari tanda-tanda pre eklampsia, sangat penting dalam usaha pencegahan pre eklampsia eklampsia (Sarwono, P, 2002:
282).
Berdasarkan Laporan Dinas Kesehatan Kota Kediri, kejadian pre eklampsia eklampsia di Kota Kediri pada tahun 2007 dilaporkan sebanyak 35  kasus.  Dimana  distribusi  penyakit  ini  terbanyak  terdapat  di  RSUD Gambiran Kota Kediri yaitu 15 kasus, RS Bhayangkara sebanyak 5 kasus,
 
RS Baptis sebanyak 7 kasus, RSI Al-Arafah sebanyak 4 kasus dan RSIA Melinda sebanyak 4 kasus.
Berdasarkan    Buku    Laporan    Harian    Ruang     Bersalin     di    RSUD Gambiran Kota Kediri periode tanggal 1 Januari–29 Pebruari 2008, di dapatkan ibu  bersalin dengan pre eklampsia ringan sebanyak 3 orang , pre eklampsia berat sebanyak 3 orang dan eklampsia sebanyak 1 orang. Dimana ke 7 penderita ini 4 primipara dan 3 multipara serta usia penderita rata-rata sekitar 20-35 tahun.
Dari fenomena di atas, maka peneliti tertarik mengadakan penelitian untuk mengetahui ” Karakterisrik ibu hamil dengan pre eklampsia - eklampsia di RSUD Gambiran Kota Kediri periode 1 Januari–31 Desember 2007 ”.

Kunjungi : Download KTI Kebidanan dan Keperawatan No 127

0 comments:

Poskan Komentar