KUMPULAN KTI KEBIDANAN DAN KTI KEPERAWATAN

Bagi mahasiswi kebidanan dan keperawatan yang membutuhkan contoh KTI Kebidanan dan keperawatan sebagai rujukan dalam penyusunan Karya Tulis Ilmiah bisa mendapatkannya di blog ini mulai dari BAB I, II, III, IV, V, Daftar Pustaka, Kuesioner, Abstrak dan Lampiran. Tersedia lebih 800 contoh kti kebidanan dan keperawatan. : DAFTAR KTI KEBIDANAN dan KTI KEPERAWATAN

KTI HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG PEMANTAUAN PERTUMBUHAN DI POSYANDU DENGAN PERTUMBUHAN BERAT BADAN PADA BALITA USIA 0–60 BULAN DI DESA XXXXXX

Senin, 16 Mei 2011

BAB I

PENDAHULUAN


 
1.1. Latar Belakang

Masa bayi dan balita bahkan sejak dalam kandungan adalah periode emas karena jika pada masa tersebut pertumbuhan dan perkembangan balita tidak dipantau dengan baik dan mengalami gangguan tidak akan dapat diperbaiki pada periode selanjutnya (Thire, John. 2006). Sehingga perlu dilakukan pemantauaan pertumbuhan rutin pada pertumbuhan balita sehingga dapat terdeteksi apabila ada penyimpangan pertumbuhan dan dapat dilakukan penanggulangan sedini mungkin sehingga tidak terjadi gangguan pada proses tumbuh kembang balita. Salah satu tempat pemantauan pertumbuhan balita yaitu di posyandu.
Posyandu merupakan layanan kesehatan masyarakat, yang mempunyai salah satu kegiatan penimbangan balita. Tujuan penimbangan balita tiap bulan yaitu untuk memantau pertumbuhan balita sehingga dapat sedini mungkin diketahui penyimpangan pertumbuhan balita. Akan tetapi saat ini keaktifan ibu   dalam   memonitoring   pertumbuhan   anaknya   mengalami   penurunan. Adanya kasus penyimpangan pertumbuhan balita yaitu kejadian gizi buruk yang bermunculan di seluruh wilayah Indonesia salah satunya diakibatkannya penurunan pemantauan pertumbuhan di posyandu. (Departemen Kesehatan RI. 2007 : VII). Salah satu faktor yang mendorong penurunan pemantauan pertumbuhan balita di posyandu adalah karena ketidak tahuan ibu terhadap manfaat menimbangkan anaknya di posyandu (Poedji, Hastuti. 2007). Oleh sebab         itu  pemerintah  Republik Indonesia  menghimbau untuk  segera menghidupkan posyandu kembali sampai kedesa, karena posyandu merupakan garda terdepan dalam memonitor pertumbuhan balita (Cessnasari. 2006).
Menurut data Dinas Kesehatan Jawa Timur menyebutkan jumlah posyandu pada tahun 2005 di Jawa Timur sebanyak 43.672 buah dan pada tahun 2006 jumlah posyandu 44.355 buah (Dinas Kesehatan Jawa Timur.
2007). Keberhasilan posyandu tergambar melalui cakupan SKDN dimana (S) merupakan  seluruh  jumlah  balita  di  wilayah  kerja  posyandu,  (K)  jumlah semua balita yang memiliki KMS, (D) balita yang ditimbang, (N) balita yang berat badannya naik. Dari data D/S tergambar baik atau kurangnya peran serta masyarakat  dalam  penggunaan  posyandu  (Dinas  Kesehatan  Jawa  Timur.
2004).  Pertumbuhan  balita  yang  baik  apabila  beratnya  naik  tiap  bulan. Menurut data dari Indonesia family life survey atau IFLS menunjukkan keaktifan masyarakat dalam melakukan monitoring perkembangan balita mengalami penurunan dimana terjadi penurunan sebesar 12% terhadap penggunaan posyandu dalam rentang tahun 1997-2007. Dari data Dinas Kesehatan  Jawa  Timur  pada  tahun  2006  diperoleh  cakupan  penimbangan balita (D/S) sebesar 66,36%.Untuk Kabupaten Kediri jumlah D/S pada tahun 2005 sebesar 67,86% (Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri. 2005)sedangkan bulan  Januari  sampai  bulan  Maret  2008  D/S  sebesar  71,70%  (Dinas Kesehatan kabupaten Kediri. 2008), Untuk kecamatan Pagu cakupan D/S pada bulan februari  sebesar 83,17% dan mengalami penurunan pada bulan Maret 2008 menjadi 76,19% dan untuk desa Wonosari D/S bulan Februari sebesar 72,4% dan untuk bulan maret mengalami penurunan menjadi 57,87%. Hal ini menunjukkan pemanfaatan posyandu oleh masyarakat kurang karena target D/S sebanyak 80%. Untuk kabupaten Kediri jumlah balita yang naik berat badannya   (N/D)    pada bulan       Januari   sampai Maret        2008    sebanyak 67,89%(Dinas Kesehatan Kediri. 2008). Untuk kecamatan Pagu  jumlah balita yang berat badannya naik (N/D) pada bulan februari 2008 sebesar 74,64% mengalami penurunan pada bulan Maret tahun 2008 menjadi  56,12% dan untuk desa Wonosari N/D pada bulan Februari 2008 sebesar 72,58% mengalami penurunan pada bulan Maret 2008 menjadi 67,08%. Hal ini menunjukkan kurangnya cakupan pertumbuhan balita, karena target N/D sebesar 80%.
Partisipasi      masyarakat      sangat      penting      agar     posyandu      dapat melaksanakan fungsi dasarnya sebagai unit pemantau tumbuh kembang anak, serta menyampaikan pesan kepada ibu sebagai agen pembaharuan dan anggota keluarga yang memiliki bayi dan balita dengan mengupayakan bagaimana memelihara anak secara baik yang mendukung tumbuh kembang anak sesuai potensinya (Kinasih, Sekar. 2006).
Dari uraian di atas tercermin adanya partisipasi masyarakat untuk memanfaatkan posyandu masih kurang. Sehingga saya tertarik untuk mengambil penelitian dengan judul “Hubungan Pengetahuan Ibu Tentang Pemantauan  Pertumbuhan  di  Posyandu  dengan  Pertumbuhan  Berat  Badan Pada Balita Usia 0-60 Bulan di Desa Wonosari, Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri”.


Kunjungi : Download KTI Kebidanan dan Keperawatan No 173

0 comments:

Poskan Komentar