KUMPULAN KTI KEBIDANAN DAN KTI KEPERAWATAN

Bagi mahasiswi kebidanan dan keperawatan yang membutuhkan contoh KTI Kebidanan dan keperawatan sebagai rujukan dalam penyusunan Karya Tulis Ilmiah bisa mendapatkannya di blog ini mulai dari BAB I, II, III, IV, V, Daftar Pustaka, Kuesioner, Abstrak dan Lampiran. Tersedia lebih 800 contoh kti kebidanan dan keperawatan. : DAFTAR KTI KEBIDANAN dan KTI KEPERAWATAN

KTI HUBUNGAN MOTIVASI INTRINSIK DAN EKSTRINSIK TERHADAP KEADAAN PSIKOLOGI IBU MENOPAUSE DI DESA XXXXXX

Sabtu, 14 Mei 2011

BAB I
PENDAHULUAN




1.11     Latar Belakang

Menopause    merupakan     suatu     tahap     dimana     wanita     tidak     lagi mendapatkan siklus menstruasi yang menunjukkan berakhirnya kemampuan wanita  untuk  bereproduksi.  Ketika  menopause  siklus  yang  tidak  menentu dapat terjadi sewaktu-waktu dan bukan hal yang aneh jika menstruasi tidak datang selama beberapa bulan (Zainuddin Kuntjoro, 2007).
Di Indonesia jumlah wanita yang telah mengalami menopause telah mencapai 30 juta orang, sementara di Jawa Timur mencapai 5 juta orang yang berarti merupakan angka yang cukup tinggi (Jatim, 2005).
Secara  normal  wanita  akan  mengalammenopause  antara  40  tahun sampai 50 tahun (Zainuddin Kuntjoro, 2007). Umur waktu terjadinya menopause dipengaruhi oleh keturunan, kesehatan umum, dan pola kehidupan. Ada kecenderungan dewasa ini untuk terjadinya menopause pada umur yang lebih tua (Prawirohardjo, 1999 : 130).
Seorang  wanita  yang  mencapai  umur  sekitar  45  tahun  mengalami penuaan indung telur, sehingga tidak sanggup memenuhi hormon esterogen. Sitem hormonal seluruh tubuh mengalami kemunduran dalam mengeluarkan hormon. Perubahan pengeluaran hormon menyebabkan berbagai perubahan pada fisik dan psikis (Manuaba, IBG, 1999 : 188). Fisik mengalami ketidaknyamanan seperti rasa kaku dan linu yang dapat terjadi secara tiba-tiba disekujur tubuh. Misalnya pada kepala, leher dan dada bagian atas. Kadang-kadang rasa kaku ini dapat diikuti dengan rasa panas atau dingin, pening, kelelahan, jengkel, resah, cepat marah dan berdebar-debar.
Beberapa gejala psikologis yang menonjol ketika menopause adalah mudah tersinggung, sukar tidur, tertekan, gugup, kesepian, tidak sabar, tegang (tension),  cemas  dan  depresi.  Ada  juga  lansia  yang  kehilangan  harga  diri karena menurunnya daya tarik fisik dan seksual mereka tidak dibutuhkan oleh suami dan anak-anak mereka serta kehilangan ferminitas karena fungsi reproduksi yang hilang. Aspek psikologis yang terjadi pada lansia atau wanita menopause sangat   penting peranan dalam kehidupan sosial lansia terutama dalam menghadapi masalah-masalah (Zainuddin Kuntjoro, 2007).
Untuk     menghindari       perubahan     dan     gejolak     jiwa     menghadapi klimakterium sampai senium berdasar atas keharmonisan keluarga dan saling pengertian. Di tengah keluaraga yang harmonis kesiapan menerima proses penuaan makin besar tanpa menghadapi gejolak klinis yang berarti (Manuaba, IBG, 1999 ; 192). Motivasi atau dukungan informatif, emosional, penghargaan dan instrumental merupakan cara mengatasi gangguan psikologis pada ibu yang mengalami menopause (Nisa, 2007).
Dari hasil studi pendahuluan yang dilakukan pada tanggal 10-13 Maret di Desa Wonosari Wilayah Kerja Puskesmas Pagu Kabupaten Kediri dari 1843 jumlah penduduk wanita didapatkan 569 wanita usia 40-60 tahun dan 164 orang diantaranya sudah menopause, kemudian dilakukan wawancara dengan 10 orang dari jumlah tersebut tentang keadaannya sekarang dalam menjalani masa tua. Diantara 10 orang, 7 orang mengatakan mendapatkan dukungan dari keluarganya sehingga mereka merasa baik baik saja dalam menjalani masa tuanya, 3 orang lainnya mengatakan kurang baik karena mereka harus menjalani kehidupannya sendiri dan memenuhi kebutuhan hidupnya seorang diri.  Dari data tersebut  peneliti ingin mengetahui adakah hubungan motivasi intrinsik dan ekstrinsik terhadap keadaan psikologi ibu menopause di Desa Wonosari Wilayah Kerja Puskesmas Pagu Kabupaten Kediri.

Kunjungi : Download KTI Kebidanan dan Keperawatan No 126

0 comments:

Poskan Komentar