KUMPULAN KTI KEBIDANAN DAN KTI KEPERAWATAN

Bagi mahasiswi kebidanan dan keperawatan yang membutuhkan contoh KTI Kebidanan dan keperawatan sebagai rujukan dalam penyusunan Karya Tulis Ilmiah bisa mendapatkannya di blog ini mulai dari BAB I, II, III, IV, V, Daftar Pustaka, Kuesioner, Abstrak dan Lampiran. Tersedia lebih 800 contoh kti kebidanan dan keperawatan. : DAFTAR KTI KEBIDANAN dan KTI KEPERAWATAN

KTI HUBUNGAN ANTARA PARITAS DENGAN KEJADIAN PERDARAHAN POSTPARTUM PRIMER DI KAMAR BERSALIN RSUD XXXXXX

Sabtu, 14 Mei 2011

BAB I



PENDAHULUAN




1.1   Latar Belakang

Masa  nifas  (puerperium)  adalah  periode  waktu  atau  masa  dimana organ-organ  reproduksi  kembali  ke  keadaan  tidak  hamil.  (Farrer,  Helen.
1999 : 225). Periode ini kadang-kadang disebut puerperium atau trimester empat kehamilan. Perubahan fisiologis yang terjadi sangat jelas, walaupun dianggap normal, dimana proses-proses dalam kehamilan berjalan terbalik. (Jensen, Bobak, Lawdermilk. 2004 : 492).
Ketika memasuki masa nifas, atau lebih tepatnya setelah lahirnya plasenta, dapat terjadi gangguan atau kelainan patologis dalam bentuk perdarahan postpartum.(Manuaba, Ida Bagus Gede. 1998 :295)
Perdarahan    postpartum     merupakan     penyebab    utama     morbiditas maternal. (Jensen, Bobak, Lawdermilk. 2004 : 663). Di berbagai negara, paling sedikit seperempat dari seluruh kematian ibu disebabkan oleh perdarahan. Proporsinya berkisar antara kurang dari 10 % sampai hampir 60%. Kematian maternal di Indonesia termasuk yang tertinggi di Asia Tenggara. Dan kematian maternal tersebut lebih banyak terjadi setelah persalinan, tepatnya dalam 24 jam pertama postpartum yang penyebab utamanya adalah perdarahan.(Rukmini, LK Wiludjeng. 2007). Disamping menyebabkan kematian, perdarahan postpartum memperbesar kemungkinan
infeksi puerperal karena daya tahan penderita berkurang. (http://fkunsri- wordpress.com. 2007)
Kematian ibu yang disebabkan perdarahan postpartum , 17 % adalah pada ibu yang melahirkan untuk pertama kalinya dibandingkan dengan 44 % dari ibu yang telah melahirkan empat kali atau lebih. (Royston, Erica. 2001 : 82). Lebih tinggi paritas lebih tinggi angka kematian maternal. Ibu-ibu dengan kehamilan lebih dari satu kali atau yang termasuk multipara mempunyai       resiko         lebih              tinggi            terhadap           terjadinya                        perdarahan pascapersalinan dibandingkan dengan ibu-ibu yang termasuk golongan primipara. (http://fkunsri-wordpress.com. 2007)
Perdarahan  pascapartum  dapat  terjadi  tiba-tiba  dan  bahkan  sangat masif. Perdarahan sedang tetapi menetap dapat berlanjut selama beberapa hari atau minggu. Perdarahan postpartum dapat terjadi dini atau lambat. (Jensen, Bobak, Lawdermilk. 2004 : 664).
Perdarahan postpartum dini atau primer dapat terjadi dalam 24 jam pertama setelah melahirkan yang merupakan kehilangan 500ml darah atau lebih. (Jensen, Bobak, Lawdermilk. 2004 : 664). Perdarahan postpartum primer sungguh lebih mengancam jiwa.(Chalic, TMA. 1998 : 185). Lebih dari separuh jumlah seluruh kematian ibu terjadi dalam waktu 24 jam setelah melahirkan, sebagian besar karena terlalu banyak mengeluarkan darah. (http://www.path.org.2002)
Data yang diperoleh dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Sistem dan Kebijakan Kesehatan Departemen Kesehatan RI Surabaya, bahwa dari 5 Rumah  Sakit  (RSUD  Pesisir  Selatan,  RSUD  Padang  Pariaman,  RSUD Sikka, RSUD Larantuka dan RSUD Serang) didapatkan sebesar 83,3% kematian Ibu terjadi setelah melahirkan dan terbanyak terjadi pada 24 jam pertama pascapersalinan. Dari studi kasus tersebut menunjukkan kematian Ibu  paling  banyak  dipengaruhi  oleh  salah  satu  faktor  reproduksi  yaitu paritas. (Rukmini, LK Wiludjeng. 2007)
Berdasarkan laporan analisa data KIA Dinkes Propinsi Jawa Timur tahun 2005, penyebab kematian Ibu terbanyak adalah karena perdarahan dan terbanyak adalah karena perdarahan postpartum yaitu sebesar 60%. Dan sebagian besar perdarahan postpartum (75%) terjadi pada 24 jam pertama pascapersalinan yang salah satu faktor pemicunya adalah paritas yang tinggi. (Retnasih, Nenny. 2003)
Menurut     Rekap    Kajian    Data    Kematian     Ibu    Dinas     Kesehatan Kabupaten Kediri tahun 2007, kematian maternal karena perdarahan postpartum mengambil bagian terbesar dari seluruh penyebab kematian maternal di Kabupaten Kediri.
Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan di Kamar Bersalin RSUD Gambiran Kediri tanggal 1 Januari – 28 Februari 2008 didapatkan bahwa jumlah total pasien yang mengalami perdarahan postpartum primer sebanyak 3 orang. 1 orang primipara dan 2 orang multipara.
Dari  beberapa  pernyataan  yang  terdiskripsi  pada  latar  belakang, peneliti tertarik mengadakan penelitian untuk mengetahui hubungan antara paritas dengan kejadian perdarahan postpartum primer di Kamar Bersalin RSUD Gambiran Kota Kediri periode 1 Januari – 31 Desember 2007.



Kunjungi : Download KTI Kebidanan dan Keperawatan No 131

0 comments:

Poskan Komentar