KUMPULAN KTI KEBIDANAN DAN KTI KEPERAWATAN

Bagi mahasiswi kebidanan dan keperawatan yang membutuhkan contoh KTI Kebidanan dan keperawatan sebagai rujukan dalam penyusunan Karya Tulis Ilmiah bisa mendapatkannya di blog ini mulai dari BAB I, II, III, IV, V, Daftar Pustaka, Kuesioner, Abstrak dan Lampiran. Tersedia lebih 800 contoh kti kebidanan dan keperawatan. : DAFTAR KTI KEBIDANAN dan KTI KEPERAWATAN

KTI PERBEDAAN MINAT UNTUK MELAKUKAN PERAWATAN PAYUDARA PADA IBU NIFAS PRIMIPARA DAN MULTIPARA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS XXXXXX

Minggu, 15 Mei 2011

BAB 1



PENDAHULUAN




1.1 Latar Belakang

Perawatan pasca persalinan (masa nifas) merupakan perawatan selama enam minggu atau 40 hari. Pada masa ini, ibu akan mengalami banyak hal. Ia mengalami perubahan fisik dan alat-alat reproduksi yang kembali ke keadaan sebelum hamil, masa laktasi (menyusui), maupun perubahan psikologi (Huliana,   2003).   Pada   masa   nifas   terdapat   beberapa   hal   yang   perlu diperhatikan terkait dengan personal hygiene, salah satunya adalah perawatan payudara. Perawatan yang dilakukan terhadap payudara bertujuan untuk melancarkan   sirkulasi   darah   dan   mencegah   tersumbatnya   saluran   susu sehingga memperlancar pengeluaran ASI. Pelaksanaan perawatan payudara hendaknya dimulai sedini mungkin, yaitu 1-2 hari bayi dilahirkan dan dilakukan dua kali sehari (Huliana, 2003). Sayangnya, tidak semua perempuan bisa memahami dan menghayati kodratnya, entah karena pengetahuan yang kurang memadai atau tidak adanya minat yang berhubungan erat dengan pikiran dan perasaan (Heri P, 1998), payudara tak selalu dilihat sebagai perangkat untuk menyusui anaknya (Poernomo dkk,  2004).
Pada berbagai penelitian tentang ibu menyusui di Indonesia tahun 2005, terdapat faktor penting tentang perawatan payudara, dimana terdapat 115 ibu telah melahirkan keberhasilan menyusui terdapat pada kelompok ibu yang tidak melakukan perawatan payudara adalah 26,9%, ini sangat rendah jika
dibandingkan dengan 98,1% keberhasilan menyusui pada kelompok ibu yang melakukan perawatan payudara  (Suririnah, 2005).
Bagi ibu primipara menyusui merupakan hal yang baru walaupun bukan hal  yang  baru  lagi  bagi  ibu  multipara.  Masih  sering  ditemuinya  masalah seperti payudara bengkak, puting susu lecet atau nyeri atau luka, serta mastitis dan abses payudara. Dari masalah tersebut mungkin disebabkan dari posisi yang salah ketika menyusui, atau ibu tidak tahu bagaimana merawat payudara yang  disertai  dengan  masalah  pada  payudara  sehingga  dapat  berdampak kurang optimalnya  pemberian ASI pada bayi, Karena itu untuk pencegahanya dapat dilakukan dengan perawatan dan menjaga kebersihan payudara (Poernomo dkk, 2004).
Berdasar  studi  pendahuluan  ±  1  minggu  pada  ibu  primipara  dan multipara yang melahirkan di BPS Ny. Hari Pristiwaning Tyas Kecamatan Wates-Kabupaten  Kediri  sebanyak  4  orang  pada  periode  18-25  Desember 2007.  Dari  4  orang  terdiri  dari  2  orang  ibu  primipara  dan  2  orang  ibu multipara, setelah dilakukan kunjungan ulang pada hari ke-7 dan setelah dilakukan   pengkajian,   dari   2   orang   ibu   primipara   mengatakan   sudah melakukan perawatan payudara setelah persalinan dan 2 orang ibu multipara mengatakan tidak melakukan perawatan payudara, serta satu diantara ibu multipara tersebut ditandai dengan masalah bendungan ASI pada payudaranya sehingga kurang optimal dalam memberikan ASI pada bayinya. Oleh karena itu peneliti tertarik melakukan penelitian mengenai  “Perbedaan minat untuk melakukan perawatan payudara pada ibu nifas primipara dan multipara”.


Kunjungi : Download KTI Kebidanan dan Keperawatan No 144

0 comments:

Poskan Komentar