KUMPULAN KTI KEBIDANAN DAN KTI KEPERAWATAN

Bagi mahasiswi kebidanan dan keperawatan yang membutuhkan contoh KTI Kebidanan dan keperawatan sebagai rujukan dalam penyusunan Karya Tulis Ilmiah bisa mendapatkannya di blog ini mulai dari BAB I, II, III, IV, V, Daftar Pustaka, Kuesioner, Abstrak dan Lampiran. Tersedia lebih 800 contoh kti kebidanan dan keperawatan. : DAFTAR KTI KEBIDANAN dan KTI KEPERAWATAN

KTI PERBEDAAN KECEMASAN PADA WANITA MENOPAUSE SEBELUM DAN SESUDAH HIPNOTERAPI DI DESA XXXXXXX

Sabtu, 14 Mei 2011

BAB I



PENDAHULUAN



1.1   Latar Belakang

Menopause bukanlah peristiwa yang terjadi secara mendadak. Ia merupakan proses yang berlangsung lama. Artinya, meskipun seorang perempuan mengalami haid yang berhenti sama sekali pada usia 50 tahun misalnya, ia mungkin sudah merasa bahwa siklus haidnya mulai berubah sejak ia berusia 40 tahun. Menstruasi itu benar–benar tidak datang lagi rata– rata seorang perempuan mencapai umur 50 tahun (dengan rentang antara 48 dan 52 tahun). Secara medis seorang perempuan akan dinyatakan sebagai “telah mengalami menopause“ jika selama setahun tidak pernah sama sekali haid lagi (Titi Irawati, 2007). Berhentinya siklus menstruasi dirasakan sebagai hilangnya sifat inti kewanitaannya karena sudah tidak dapat melahirkan anak lagi. Akibat lebih jauh adalah timbulnya perasaan tak berharga, tidak berarti dalam hidup sehingga muncul rasa khawatir akan adanya kemungkinan bahwa orang- orang yang dicintainya berpaling dan meninggalkannya. Perasaan itulah yang sering kali dirasakan wanita pada masa menopause, sehingga sering menimbulkan kecemasan (Admin Setyo P, 2008). Menurut  Fajar  (2003),  tidak  ada  angka  pasti  wanita  menopause  di Indonesia, tetapi diperkirakan sekitar 10% dari jumlah wanita. (Ika, 2003). Menurut Kartono (1992) perubahan psikis yang terjadi pada masa menopause dapat menimbulkan sikap yang berbeda-beda, diantaranya yaitu adanya             suatu      krisis            yang     dimanifestasikan               dalam   simptom-simptom psikologis seperti depresi, mudah tersinggung, mudah menjadi marah, mudah curiga, diliputi banyak kecemasan, insomnia atau tidak bisa tidur, karena sangat bingung dan gelisah (Admin Setyo P, 2008).Lebih  kurang  70%  wanita  peri  dan  pascamenopause  mengalami keluhan vasomotorik, depresif, dan keluhan psikis dan somatik lainnya. Berat atau ringannya keluhan berbeda-beda pada setiap wanita. Keluhan-keluhan tersebut mencapai puncaknya sebelum dan sesudah menopause, dan dengan meningkatnya usia, keluhan-keluhan tersebut makin jarang ditemukan. (Ali, 2003). Berbagai cara penanganan dan pencegahan pada keluhan yang timbul pada menopause seperti pengaturan makanan, olah raga yang cukup, pemberian terapi hormon pengganti dan pengelolaan diri akan memberikan warna baru bagi seorang wanita dalam menjalankan kehidupannya. Dewasa ini pengelolaan      diri        sangatlah          penting                   dalam       pencapaian                    proses penyembuhan. Bentuk pengelolaan diri ini dapat ditempuh dengan banyak cara seperti berdoa, meditasi kesehatan dan yoga, termasuk di dalamnya adalah dengan menggunakan metode hipnosis/hipnoterapi (Stephanus P Nurdin, 2006). Menurut  Stepanus,  dokter  dari  RSIA  Budhi  Jaya  Jakarta  Selatan (2006),  perempuan  menopause  dapat  menjalani  hipno-menopause  terapi.  Metode hipnoterapi modern dengan orientasi kepada pasien ini bertujuan membuka kesadaran klien untuk mengetahui masalah utama sebagai dampak menopause dan membantu untuk menyembuhkan atau menyelesaikan masalahnya oleh dirinya sendiri. Pasien jadi merasa lebih nyaman dan dapat menerima  kondisinya,  lebih  percaya  diri,  sehingga  tidak  mengganggu aktivitas sehari-hari (Evy Rachmawati, 2006).
Dari hasil studi pendahuluan di Desa Pakunden Wilayah Kerja Puskesmas Pesantren II Pesantren pada tanggal 15 April 2008 didapatkan jumlah  wanita  menopause  yang  datang  saat  posyandu  lansia  sebanyak 19 orang dan 7 diantaranya memperhatikan perubahan penampilan pada dirinya. Perubahan penampilan itu sendiri merupakan faktor penyebab kecemasan.   Dari data di atas, peneliti ingin mengetahui adakah perbedaan tingkat kecemasan pada wanita menopause sebelum dan sesudah hipnoterapi di Desa Pakunden Wilayah Kerja Puskesmas Pesantren II Pesantren Kota Kediri.


Kunjungi : Download KTI Kebidanan dan Keperawatan N0 132

0 comments:

Poskan Komentar