KUMPULAN KTI KEBIDANAN DAN KTI KEPERAWATAN

Bagi mahasiswi kebidanan dan keperawatan yang membutuhkan contoh KTI Kebidanan dan keperawatan sebagai rujukan dalam penyusunan Karya Tulis Ilmiah bisa mendapatkannya di blog ini mulai dari BAB I, II, III, IV, V, Daftar Pustaka, Kuesioner, Abstrak dan Lampiran. Tersedia lebih 800 contoh kti kebidanan dan keperawatan. : DAFTAR KTI KEBIDANAN dan KTI KEPERAWATAN

KTI HUBUNGAN ANTARA GRAVIDA DENGAN TINGKAT HIPEREMESIS GRAVIDARUM DI RSUD XXXXXXX

Minggu, 15 Mei 2011

BAB I



PENDAHULUAN




1.1 Latar Belakang

Hiperemesis Gravidarum didefinisikan sebagai vomitus yang berlebihan atau tidak terkendali selama masa hamil yang menyebabkan dehidrasi, ketidakseimbangan  elektrolit,  atau  defisiensi  nutrisi  dan  kehilangan  berat badan (Bobak. 2004: 721). Hiperemesis Gravidarum merupakan komplikasi mual dan muntah pada hamil muda (Sarwono P.2002: 277). Muntah yang berlebihan menyebabkan cairan tubuh makin berkurang, sehingga darah menjadi kental (Hemokonsentrasi) yang dapat melambatkan peredaran darah yang berarti komsumsi oksigen dan makanan ke jaringan berkurang. Kekurangan makanan dan oksigen ke jaringan akan menimbulkan kerusakan jaringan yang dapat menambah beratnya keadaan janin dan wanita hamil (Manuaba, IBG. 1998: 209).
Batas jelas antara mual yang masih fisiologis dalam kehamilan dengan hiperemesis gravidarum tidak ada, tetapi bila keadaan umum penderita terpangaruh           sebaiknya       ini        dianggap           sebagai hiperemesis                       gravidarium. Hiperemesis Gravidarium menurut berat ringannya gejala dapat dibagi ke dalam tiga tingkatan. (1) Hiperemesis Gravidarum Tingkat I (Muntah terus menerus yang mempengaruhi keadaan umum penderita, ibu merasa lemah, nafsu makan tidak ada, berat badan menurun, merasa nyeri epigastrium, nadi meningkat sekitar 100 per menit, tekanan darah sistolik menurun, turgor kulit mengurang, lidah mongering, mata cekung. (2) Hiperemesis Gravidarum Tingkat II (Penderita nampak lebih lemah dan apatis, turgor kulit lebih mengurang, lidah mengering dan tampak kotor, nadi kecil dan cepat, suhu kadang – kadang naik, mata sedikit ikteris dan cekung, berat badan menurun, tensi menurun, hemokonsentras, oliguria, konstipasi, aseton dapat tercium dalam hawa pernapasan dan dapat pula ditemukan dalam kencing. (3) Hiperemesis Gravidarum Tingkat III (Keadaan umum lebih parah, muntah berhenti, kesadaran menurun drastis dari somnolen sampai koma, nadi kecil dan cepat, suhu naik, tensi turun) (Sarwono P.2002 : 277 – 278).
Pada tingkatan yang berat, hiperemesis gravidarum dapat mengancam jiwa dan janin. Dimana telah terjadi delirium, kebutaan, takhikardi, ikterus, anuria  dan  perdarahan  yang  merupakan  manifestasi  komplikasi  organik. Dalam keadaan demikian perlu dipertimbangkan untuk mengakhiri kehamilan (Sarwono P. 2002: 279)
Sekitar  70  %  wanita  hamil  suatu  saat  akan  mengalami  rasa  mual (Jimenez, SML. 1999: 31). Mual dan muntah terjadi pada 60 % - 80 % primigravida dan 40 % - 60 % multigravida (Sarwono P. 2002 : 275). Insiden Hiperemesis Gravidarum 3,5 per 1000 kelahiran dimana 1 dari setiap 1000 wanita hamil akan menjalani rawat inap (Bobak 2004: 721). Keadaan ini lebih sering ditemukan pada kehamilan pertama (Farrer, H. 1999: 113).
Seorang primigravida berperan dominan pada faktor predisposisi Hiperemesis Gravidarum, antara lain pada faktor adaptasi, hormonal, dan psikologi. Pada faktor hormonal, primigravida sebagian kecil belum mampu beradaptasi terhadap hormon estrogen dan koreonik gonadotropin (Manuaba, IBG. 1998 210). Sedangkan pada faktor psikologi, primigravida mempunyai kecenderungan mengalami ambivalen terhadap kehamilan dan perasaan yang saling berkonflik tentang peran dimasa depan sebagai ibu, perubahan tubuh, dan perubahan gaya hidup yang dapat menjadi penyebab episode vomitus (Bobak. 2004: 721).
Berdasarkan studi pendahuluan  di RSUD Gambiran Kota Kediri, pada awal Januari sampai dengan akhir Maret 2008 didapatkan bahwa jumlah total pasien yang mengalami hiperemesis gravidarum sebanyak 7 orang, 4 orang primigravida dan 3 orang multigravida.
Dengan   melihat   fenomena   yang   ada   peneliti   tertarik   melakukan penelitian untuk mengetahui hubungan antara gravida dengan tingkat hiperemesis gravidarum di RSUD Gambiran Kota Kediri periode 1 Januari –31 Desember 2007.


Kunjungi : Download KTI Kebidanan dan Keperawatan No 141

0 comments:

Poskan Komentar