KUMPULAN KTI KEBIDANAN DAN KTI KEPERAWATAN

Bagi mahasiswi kebidanan dan keperawatan yang membutuhkan contoh KTI Kebidanan dan keperawatan sebagai rujukan dalam penyusunan Karya Tulis Ilmiah bisa mendapatkannya di blog ini mulai dari BAB I, II, III, IV, V, Daftar Pustaka, Kuesioner, Abstrak dan Lampiran. Tersedia lebih 800 contoh kti kebidanan dan keperawatan. : DAFTAR KTI KEBIDANAN dan KTI KEPERAWATAN

KTI HUBUNGAN TINGKAT EKONOMI DENGAN MINAT IBU DALAM PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF PADA BAYI USIA 0 – 6 BULAN DI DESA XXXXXX

Sabtu, 14 Mei 2011

BAB I


  PENDAHULUAN




1.1  Latar Belakang

Masa menyusui merupakan masa yang sangat membahagiakan bagi ibu dan bayi. Ketika bayi menghisap ASI melalui puting susu, rasa kehangatan dan kasih sayang ibu akan tercurah pada sibuah hati (Diah, 2000). ASI mengandung banyak faktor non nutrisi yang membantu melindungi dan merawat bayi selama bulan-bulan pertama kehidupan (Moody, 2006). Pemberian ASI berarti memberi zat-zat gizi yang bernilai tinggi yang dibutuhkan     untuk     pertumbuhan     dan    perkembangan     syaraf     dan    otak, memberikan  zat   zat  kekebalan  terhadap  penyakit  dan  ikatan  emosional antara ibu dan bayinya (www.ghozansehat, 2007).
Seorang ibu dikodratkan untuk dapat memberikan air susunya kepada bayi yang telah dilahirkannya, dimana kodrat ini merupakan suatu tugas yang mulia bagi ibu itu sendiri demi keselamatan dari bayi dikemudian hari (Manuaba,   1998).Sejak   seorang   wanita   memasuki   kehidupan   keluarga, padanya harus sudah tertanam suatu keyakinan : ”Saya harus menyusui bayi saya, karena menyusui adalah realisasi dari tugas yang wajar dan mulia dari seorang ibu “. Sayang sekali keyakinan diatas, khususnya di kota-kota besar, terlihat adanya tendensi penurunan pemberian ASI, yang dikhawatirkan akan meluas ke pedesaan (Soetjiningsih, 1997).
Menurut WHO  pemberian ASI Eksklusif 6 bulan disejumlah kota besar di  Indonesia  ternyata  masih  rendah.  Pemberian  ASI  Eksklusif  pada  bayi sampai usia sebulan setelah kelahirannya hanya 25 % – 80 %. Menurut Dinas Kesehatan Kota Kediri, pemberian ASI Eksklusif pada bayi sampai usia sebulan setelah kelahirannya di Jawa Timur tahun 2007 hanya 42,6% (Dinas Kesehatan, 2007). Lebih buruk lagi di daerah kumuh perkotaan (Jakarta, Makasar, Surabaya), pemberian itu hanya sampai 40 %. Bahkan ada bayi yang baru berumur 2 minggu sudah diberikan makanan lain. Proporsi pemberian ASI pada bayi kelompok usia 0 bulan sebesar 73,1 %, 1 bulan 55,5 %, 2 bulan 43 %, 3 bulan 36 % dan kelompok usia 4 bulan 16,7 %. Dengan bertambahnya usia bayi terjadi penurunan pola pemberian ASI sebesar 1,3 kali atau sebesar 77,2 %. Menurut hasil data Survey Sosial Ekonomi Nasional tahun 2006 di Kediri     hanya   12,50 % pemberian ASI Eksklusif pada bayi sampai usia sebulan setelah kelahirannaya (Badan Pusat Statistik, 2006).
Hal  ini  kemungkinan  karena  ibu   ibu  dalam  masa  kini  banyak melakukan  kegiatan  untuk  memperoleh  tambahan  pendapatan  keluarga. Dengan        adanya peningkatan        iklan     susu      buatan                yang        secara             gencar memasarkan produk susunya (www.tempo.co.id/medika). Maka ibu dengan bertambahnya pendapatan keluarga atau status sosial ekonomi tinggi, ibu lebih berminat untuk pemberian susu botol dan melupakan kodratnya untuk memberikan  air  susunya.  Hal  ini  memberikan  adanya                hubungan  antara pemberian ASI dengan sosial ekonomi ibu dimana ibu yang mempunyai sosial ekonomi  rendah  mempunyai  peluang  4,6  kali  untuk  memberikan  ASI dibanding dengan sosial ekonomi tinggi (www.ridwanamirruddin.wardpress.com.2007).
Berdasarkan  PKL  pada  tanggal  10  Maret-29  Maret  2008  di  Desa Menang, wilayah kerja Puskesmas Pagu Kabupaten Kediri terdapat 72 bayi berusia 0-12 bulan. Yang mendapat ASI Eksklusif ada 52 bayi atau sebesar
72%. Sedangkan dari 34 bayi yang berusia 0-6 bulan, jumlah ibu yang menyusui  bayinya  ada  14  orang  atau  sebesar  41%.  Hal  ini  belum  sesuai dengan target yang diharapkan oleh Departemen Kesehatan RI dimana ditargetkan pada tahun 2005 80 % wanita di Indonesia sudah memberikan ASI Eksklusif.
Dari   uraian   diatas   penulis   tertarik   untuk   mengadakan   penelitian mengenai hubungan tingkat ekonomi dengan minat ibu dalam pemberian ASI Eksklusif pada bayi usia 0-6 bulan di Desa Menang Wilayah Kerja Puskesmas Pagu Kabupaten Kediri.


Kunjungi : Download KTI Kebidanan dan Keperawatan No 130

0 comments:

Poskan Komentar